“Setengah Mati”…

“…you are in the stage of “setengah mati” not because of hard work or difficulties in life. You are in that stage if you stubbornly refusing to see hikmah in Allah’s decisions in your life…good Monday, good people :-)” Status situs jejaring sosial Facebook ini saya tulis setelah pembicaraan semalam yang selalu menyenangkan dan bergizi…

Continue Reading

Diwarnai Ibu…

Saya termasuk orang yang beruntung diwarnai oleh banyak figur Ibu dalam hidup saya…ada Mama, Mama Ai, Mamim, Ninin dan Ike. Mereka adalah para Ibu dan Nenek yang kemuliaannya dikaruniakan Allah pada saya…yang kasih sayangnya telah dicatat Allah di tempat terdekat dari singgasanaNya… Mama : Graduate With Honor dan Bisa Masak Buat Lebaran…

Continue Reading

Hanya Cinta Yang Bisa…

Salah satu butir hikmah saya temukan nun jauh di negeri orang. Ditengah tumpukan file data donor mata yang harus saya ubah menjadi bentuk digital. Siapa yang menyangka, sesuatu yang luar biasa akan muncul dari tumpukan kertas dalam map coklat tersebut…. Seperti biasa, seminggu 2 kali saya melakukan pekerjaan sukarela saya di Rocky Mountain Lions Eye…

Continue Reading

Ibu, Jangkar Hidupku…

Saya mengakui…baru setelah saya beranjak dewasa dan dihadapkan pada kemungkinan bahwa suatu saat akan menjadi seorang ibu, baru saya belajar banyak tentang Mama… Baru saya bisa lebih menghargai betapa besar pengorbanan yang sudah diberikan supaya saya bisa tumbuh besar seperti sekarang. Betapa sering saya mengesalkan hatinya….Betapa sedikit saya menyenangkan hatinya. Ada tahun – tahun yang…

Continue Reading

Terang Di Tanah, Tenang Dalam Darah…

Senopati Pamungkas, Bab 174, halaman 969 – 970…. Tanah sudah terang…darah sudah tenang. Jangan iringi kepergian Paman dengan air mata, Anakmas Upasara. Jelek – jelek begini, Paman adalah prajurit, dan Anakmas Upasara juga prajurit. “Sesama prajurit tak harus memamerkan air mata.” “Anakmas, sejujurnya inilah jalan paling terhormat bagi seorang prajurit.”

Continue Reading