Harta Adalah Titipan, Maka…

Sejenak kita renungkan pembahasan kita sejauh ini. Ada perubahan paradigma besar dari “harta ini milik saya” menjadi “harta ini bukan milik saya, ini adalah titipan Allah SWT”. Bila sedikit saja perubahan paradigma ini kita lakukan, maka kemungkinan besar pandangan terhadap uang dan harta saat ini sudah mulai berubah. Uang, rumah, mobil, motor, emas, investasi yang kita miliki mungkin tetap sama wujudnya sebelum perubahan paradigma maupun sesudah paradigma, tapi cara kita memandang semua itu yang akan berbeda.

Ada fokus yang berbeda setelah pergeseran paradigma. Ini bukan lagi tentang kita dan bagaimana jerih payah yang kita lakukan untuk memperoleh uang dan segalanya itu. Kita sudah bergeser, bertransformasi, berubah mindset. Dari yang tadinya merasa sebagai tuan atas harta yang kita rasa miliki, menjadi seorang abdi, hamba Allah SWT yang dititipi harta dan segalanya yang merupakan milik Allah. Ada hati yang belajar ditundukkan, nafsu yang dikendalikan, pikiran yang diletakkan dalam porsinya terhadap harta. Ada kecermatan yang melebihi keakuratan hitung – hitungan.

Bila harta ini bukan milik kita, dan harta ini milik Allah, maka menyadari diri sebagai penjaga dan pengemban amanah Allah SWT adalah aplikasi yang pertama dari penyadaran ini. Kemudian, adanya ketundukkan pada aturan – aturan Allah terkait harta yang dititipkan. Akhirnya, ada rasa tanggung jawab atas harta yang Allah titipkan. Ketiga hal diatas adalah konsekuensi logis dari posisi sebagai abdi / hamba yang mengemban amanah harta. Ini adalah keleluasaan yang bertanggung jawab, kemudahan yang terarah, dan sekaligus ujian / cobaan yang harus diwaspadai.

Kehidupan seorang muslim adalah kehidupan yang fokus. Dari Allah kita berasal, dalam tuntunan aturanNya kita hidup dan kepada Allah kita akan kembali. Peletakkan posisi harta sebagai titipan Allah adalah salah satu hal esensial yang akan membantu kita fokus pada berbagai aspek dalam kehidupan. Kita tidak sibuk mengejar seberapa besar kekayaan yang kita inginkan, tapi akan lebih sibuk untuk memastikan amanah ini bisa kita tunaikan dengan baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *