Konsep Titipan : Harta Ini Bukan Milik Saya…

Masalah mengatur uang bukan hanya masalah mengatur angka. Saya dan anda paham hal ini. Berapa banyak orang yang dari jumlah uang dan harta sangat memadai bahkan fantastis, tapi kehidupan keuangannya tetap rusuh 🙂 Tidak sedikit juga orang yang secara ekonomi sangat sederhana, tapi semua keperluannya seperti terpenuhi di saat yang tepat. Ada orang yang pandai bersyukur, ada juga yang selalu mengeluh. Maka ketika harta itu digenggam erat dan diakui sebagai miliknya yang mutlak, maka sebenarnya dia sedang melupakan adanya kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya dalam urusan uang ini. Allah SWT.

Jerih payah dalam bekerja adalah hal yang wajar. Memang dunia ini adalah tempat dimana berpayah – payah dalam urusan mencari nafkah dilakukan. Seringnya, karena kepayahan dan kesulitan dalam mencari rejeki, dijadikan alasan dan pembenaran bahwa segala sesuatu yang diperoleh adalah karena jerih payah dan kerja kerasnya. Tidak ada kontribusi lain selain dirinya, karena itu apapun hasil dari jerih payah itu adalah haknya, miliknya, dan boleh dipergunakan oleh apa saja keinginan hatinya.

Sungguh sangat berat bagi orang yang belum menyadari bahwa apapun yang ada pada dirinya pada hakikatnya adalah pemberian Allah SWT. Bahkan kemampuannya untuk berusaha, bekerja, dan berkarya pun adalah pemberian Allah. Kepayahannya dalam bekerja juga sebenarnya adalah hadiah dari Allah, karena pahala dari Allah adalah sebanding dengan kepayahan itu. Maka untuk merubah mindset dari “harta ini adalah milik saya” menjadi “harta ini bukan milik saya, ini titipan Allah” bukanlah hal yang mudah.

Perubahan dari ” harta milik saya” menjadi “harta ini bukan milik saya, ini titipan Allah” adalah suatu langkah raksasa yang akan mengubah kehidupan seseorang dari hal yang sempit, hanya dirinya dan dunia saja…menjadi hal yang luas : dirinya, Allah, dunia dan akhirat. Mana yang akan kita pilih ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *